ads

Welcome to My Blog

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Sepenggal cerita hidup yang mau saya share berikut adalah tentang kisah nyata seorang teman. Sebut saja Ani, seorang wanita muda berusia sekitar 23 tahun-an. Berprofesi sebagai SPG disalah satu toko. Ani berasal dari kampung di Lampung. Sudah lumayan berkeliling dari satu kota ke kota lain di pulau Jawa ini untuk mencari rejeki dan mencari pengalaman hidup. Kehidupannya tergolong biasa- biasa saja, dengan berbekal agama yang kental, Ani menjalani kehidupannya yang hampir sesuai dengan norma- norma yang berlaku tanpa mengikuti kehidupan abal- abal lainnya.


Dalam pekerjaannya, Ani termasuk berprestasi baik. Dia bahkan dipercaya oleh bos dan diminta untuk mengajari ke pegawai baru atau dipindahkan ke tempat baru hanya untuk memberi pelatihan. Sedangkan untuk kehidupan cintanya, ada sesuatu yang berbeda dari kisahnya. Jatuh cinta kepada atasan adalah cerita umum yang sering kita dengar. Mereka kemudian saling mencintai dan tidak ada halangan yang berarti. Tapi akhir cerita cinta itu adalah mereka harus pisah, karena si cowok , notabene adalah atasannya, selingkuh dan  terpaksa harus menikah dengan orang lain. Ya.. Married by Accident. Kisahnya ditutup sampai disini.

Apapun yang sudah terjadi, toh .. hidup tetap harus berjalan. Dengan kisah hidup seperti apapun, kehidupan tetap berjalan tanpa kamu bisa memberi satu alasanpun. Begitu juga dengan Ani, yang akhirnya berhasil melewati hari- hari yang kurang menyenangkan pasca kisah cintanya yang tidak berhasil.

Banyak pepatah yang bilang, kalau jodoh tidak akan lari kemana. Jika sudah ditakdirkan, tidak akan bisa dielakkan lagi. Mungkin begitulah kehidupan cinta selanjutnya bagi Ani. Tidak tahu bagaimana awal ceritanya, bisa kenalan dengan cowok ini, sebut Anto. Menurut Ani, Anto itu cowok biasa saja, tidak tampan, pendek, tidak ada yang spesial, bahkan tidak ada kriteria cowok yang Ani sukai dari seorang Anto.

Kenyataan saat ini, Ani dan Anto adalah sepasang suami istri sah secara hukum dan agama. Tapi hanya berdasarkan cinta bertepuk sebelah tangan. Ani sama sekali tidak ada cinta, tidak ada rasa sayang , bahkan rasa suka terhadap suaminya ini saja tidak ada. Aneh.. tapi nyata... Parahnya, orangtua Ani belum pernah kenal Anto dan keluarganya ( bukan kerabat keluarga ), dan mereka merestui pernikahan itu. Dan waktu ijab kabul , Ani tidak ada senyumnya layaknya calon pengantin pada umumnya, Ani dengan mata bengkak akibat menangis semalaman , TERPAKSA melewati prosesi pernikahannya.


Sudah beribu kali menjelaskan pada suaminya, semasa mereka masih berteman ( bukan pacaran ) , sudah beribu alasan dikatakan kepada suaminya dan sudah berjuta kalimat pedas yang tidak mengenakkan hati sengaja diberikan kepada Anto. Tapi tetap saja, itu tidak mengurungkan niat Anto. Dengan berbagai cara, dengan segala upaya sudah dilakukan hanya untuk menghindari Anto. Tidak juga berhasil dan tidak mematahkan semangat dan rasa cinta sepihak yang luar biasa besarnya dari Anto ke Ani. Bahkan Ani rela berhenti bekerja dan pulang ke kampung.

Sekarang, sudah 6 bulan lebih, mereka melewati kehidupan berumah tangga. Selama itu jugalah, menurut Ani, kehidupannya kosong dan tidak ada arti. Terjebak dalam kehidupan yang tidak diinginkannya. Tidak pernah ada percakapan yang berarti antara suami istri baru itu, tidak pernah ngobrol, tidak pernah makan bareng, yang ada hanya dingin, datar dan tidak ada keindahan seperti keluarga baru lainnya. Dan , untuk urusan malam pertama atau malam - malam lainnya, TIDAK ADA. Iya.. tidak ada hubungan intim suami istri yang terjadi. Sampai sekarang ini.

Anto, sang suami, rela berkorban segalanya, sanggup menghadapi dan hidup bersama dengan wanita yang tidak mencintainya. Dia rela menunggu segalanya, menunggu kesiapan dari sang istri, menunggu cintanya, menunggu, dan sabar menunggu. Dia bahkan pernah berujar, akan membuat sang istri jatuh cinta kepadanya, dan yakin hari itu akan tiba.

Dengan tekadnya yang bulat, dengan rasa cintanya yang tinggi dan nekat, Anto membawa orangtuanya datang secara tiba-tiba kerumah Ani untuk melamar. Dan keluarga Ani yang tidak tahu secara pasti kehidupan cinta sang anak, merestui itu semua. Baru belakangan ini, mereka tau kenyataan hidup yang dilewati Ani. Tidak ada cinta, tidak ada rasa. Itu karena hanya karena keluarga Ani mementingkan budaya kuno, mementingkan nama baik dan aib keluarga.

Inilah hidup. Banyak sekali cerita kehidupan yang terjadi. Tidak tahu , harus bagaimana menjalani hidup seperti yang dialami Ani. Yang membuat aku heran, keluarganya Ani, padahal mereka bukan keluarga kerabat kok, bukan keluarga yang sudah saling kenal. Tidak ada hutang piutang, tidak ada hutang budi dan sebagainya. Tapi inilah kehidupan yang harus dijalani Ani , untuk saat ini dan entah akan sampai kapan? Baginya, sudah tidak tahan lagi. Saya mendoakan , semoga suatu hari, jika memang kehendak Tuhan, pintu hati Ani dibuka dan bisa menerima cinta dan kasih sayang dari Anto. Amin...

With Love,
Sumber : Klik Disini

About Iman Roems

Nama saya Sudirman Rumakeffing, namun dalam ngeblog saya sering menggunakan Nama Iman Roems. Saya asli dari SBT-Maluku, sekarang bekerja di salah satu Perguruan Tinggi di Ambon, dan sekarang menetap di Ambon - Maluku.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top