ads

Welcome to My Blog

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Setiap manusia pernah mengalami masa lalu buruk dan kelam. Tidak jarang orang bisa bunuh diri karena tidak kuat menanggung cobaan. Rasa sakit yang luar biasa bisa dirasakan kembali hanya karena mengingat masa lalu yang pernah dialami.

Terkadang, kita sudah berusaha melupakan, tetapi orang lain mengingatkan kembali. Orang lain itu tidak sadar terhadap masa lalu kita, sehingga merek dengan mudah membicarakannya, padahal itu sungguh membuat orang jadi mengingat kembali.

Ada contoh seseorang yang mengalami mada lalu kelam dan bisa menangis hanya karena mengingat kembali. Sayyidina Umar bin Khattab, sahabat Rasulullah yang utama, pernah menangis ketika mengingat masa lalunya di masa jahiliyah.

Orang lain memang tidak bisa merasakan betapa sakitnya perasaan itu ketika teringat kembali. Ingin rasanya ingatan kelam itu dikubur saja dalam-dalam, tetapi manusia tidak bisa hidup sendiri. Akan selalu ada manusia yang membahas masalah itu lagi dan akhirnya kita ingat masa lalu itu lagi.

Lalu harus bagaimana menjalani hidup ini?
Haruskah hidup sendiri dan menjauhi orang lain?
Ingatlah, sahabat. Ada masalah pasti ada hikmahnya.

Allah menciptakan hati untuk merasa dan pikiran untuk belajar.
Berdamailah dengan masa lalu. Ambil hikmahnya, petik pelajarannya.

Pahamilah bahwa setiap orang pasti:
1. Pernah melakukan kesalahan.
Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Manusia diciptakan memang dalam bentuk sebaik-baiknya, tapi bukan makhluk yang sempurna seperti Tuhan. Kita diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk saling melengkapi.

2. Punya kelemahan dan kelebihan.
Masa lalu yang kelam mungkin adalah kekurangan manusia. Tapi tidak perlu malu karena masa lalu adalah pengalaman yang belum tentu dimiliki oleh orang lain. Jadikan itu cambuk terhebat yang membuat kita selalu maju.

3. Tidak tahu apa-apa pada awalnya.
Pernahkah mengalami suatu peristiwa yang tidak tau awalnya, namun pada akhirnya tau? Itulah proses pembelajaran.
Terimalah dengan hati ikhlas karena ujian dari Tuhan sesungguhnya mendekatkan diri kita kepada Sang Maha Pencipta.
Setiap manusia pernah mengalami masa lalu buruk dan kelam. Tidak jarang orang bisa bunuh diri karena tidak kuat menanggung cobaan. Rasa sakit yang luar biasa bisa dirasakan kembali hanya karena mengingat masa lalu yang pernah dialami.

Terkadang, kita sudah berusaha melupakan, tetapi orang lain mengingatkan kembali. Orang lain itu tidak sadar terhadap masa lalu kita, sehingga merek dengan mudah membicarakannya, padahal itu sungguh membuat orang jadi mengingat kembali.

Ada contoh seseorang yang mengalami mada lalu kelam dan bisa menangis hanya karena mengingat kembali. Sayyidina Umar bin Khattab, sahabat Rasulullah yang utama, pernah menangis ketika mengingat masa lalunya di masa jahiliyah.

Orang lain memang tidak bisa merasakan betapa sakitnya perasaan itu ketika teringat kembali. Ingin rasanya ingatan kelam itu dikubur saja dalam-dalam, tetapi manusia tidak bisa hidup sendiri. Akan selalu ada manusia yang membahas masalah itu lagi dan akhirnya kita ingat masa lalu itu lagi.

Lalu harus bagaimana menjalani hidup ini?
Haruskah hidup sendiri dan menjauhi orang lain?
Ingatlah, sahabat. Ada masalah pasti ada hikmahnya.

Allah menciptakan hati untuk merasa dan pikiran untuk belajar.
Berdamailah dengan masa lalu. Ambil hikmahnya, petik pelajarannya.

Pahamilah bahwa setiap orang pasti:
1. Pernah melakukan kesalahan.
Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Manusia diciptakan memang dalam bentuk sebaik-baiknya, tapi bukan makhluk yang sempurna seperti Tuhan. Kita diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan tujuannya tidak lain dan tidak bukan untuk saling melengkapi.

2. Punya kelemahan dan kelebihan.
Masa lalu yang kelam mungkin adalah kekurangan manusia. Tapi tidak perlu malu karena masa lalu adalah pengalaman yang belum tentu dimiliki oleh orang lain. Jadikan itu cambuk terhebat yang membuat kita selalu maju.

3. Tidak tahu apa-apa pada awalnya.
Pernahkah mengalami suatu peristiwa yang tidak tau awalnya, namun pada akhirnya tau? Itulah proses pembelajaran.
Terimalah dengan hati ikhlas karena ujian dari Tuhan sesungguhnya mendekatkan diri kita kepada Sang Maha Pencipta.

About Iman Roems

Nama saya Sudirman Rumakeffing, namun dalam ngeblog saya sering menggunakan Nama Iman Roems. Saya asli dari SBT-Maluku, sekarang bekerja di salah satu Perguruan Tinggi di Ambon, dan sekarang menetap di Ambon - Maluku.
«
Next
This is the most recent post.
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top